Total Tayangan Halaman

Selasa, 26 April 2011

Dilema "BULAN TUA"

Setelah merantau ke Ibukota Banda Aceh, kemandirian saya benar-benar diuji mulai dari makanan, berpergian hingga mengelola keuangan. Untuk hal yang ketiga  "mengelola keuangan" saya menemui sedikit kesulitan. Meskipun saya sudah bekerja part time di radio swasta ditambah gaji saya di perusahaan BUMN yang notabanenya banyak tapi tetap saja saya merasa kekurangan apabila memasuki  akhir bulan  atau biasanya disebut "bulan tua".

Sebenarnya bagaimana cara mengatur keuangan yang baik ?  apakah karena kebutuhan kita yang semakin kompleks atau memang kitanya memiliki sifat boros? saya sudah beberapa kali mengikuti saran-saran dari beberapa pakar keuangan dengan cara konsultasi online, tapi tetap saja uang yang ditabung terpakai juga untuk akhir bulan, akibatnya saya sama sekali tidak memiliki simpanan di tabungan untuk perencanaan hidup saya kedepan dan jika sewaktu-waktu saya membutuhkan dana darurat pasti saya berhutang kepada orang-orang terdekat saya.

Perencanaan keuangan saya memang kurang baik, saya sering berfoya-foya ketika masa bulan muda tanpa berpikir kebutuhan akhir bulan. tapi, sebelum membahas tentang keuangan dan perencanaanya, saya akan membahas tentang periode bulan tua dan bulan muda berdasarkan rentang waktu versi teman-teman saya yang telah hidup mandiri.

Periode bulan muda dari tanggal 1-20 setiap bulan dan periode bulan tua dari tanggal 21-30/31 (akhir bulan). istilah bulan tua sering dikait-kaitkan dengan penyakit "kanker' alias kantong kering, beruntunglah bagi teman-teman yang tidak pernah mengalami penyakit "kanker" di akhir bulan. saya sangat sering menderita penyakit itu dan rasanya kepala seolah-olah mau pecah. bagaimana tidak, uang tidak punya mau berutang gengsi akibatnya kita frustasi dan nggak hanya itu perut kita pun pada demonstarasi kelaparan.

dari situlah saya termotivasi untuk mengelola perencanaan keuangan dengan baik. caranya adalah dengan melakukan hal-hal sebagai berikut :

ketika pendapatan saya  terima diawal bulan, saya langsung membagikan 30% gaji saya untuk belanja rutin bulanan seperti stok bahan-bahan makanan selama sebulan, 20% lagi untuk kebutuhan sekunder seperti peralatan make-up dan shoping yang bermanfaat. 20%  dari gaji untuk jajan selama sebulan sedangkan sisanya saya tabung, jika sewaktu-waktu ada kebutuhan mendesak baru dana tersebut terpakai.

Meskipun uang simpanan sedikit  atau terkadang rekening dibank hanya dijadikan tempat transit uang saja, setidaknya saya sudah membuktikan bahwa saya tidak pernah lagi mengalami yang namanya penyakit " kanker kronis' di bulan tua dan saya pun tak perlu merasa frustasi gara-gara cacing yang ada diperut saya berdemonstrasi ketika bulan tua.




1 komentar: